Serangan Israel Terus Meluas di Lebanon Selatan, Warga Berbondong-bondong Mengungsi смотреть онлайн

230 просмотров 01.06.2026 00:03:11

Описание видео

LEBANON, KOMPAS.TV - Serangan udara Israel terus menghantam sejumlah kota dan desa di Lebanon Selatan, sementara pasukan darat Israel dilaporkan semakin masuk jauh ke wilayah negara tersebut. Kepulan asap tebal terlihat membumbung di atas Kota Arabsalim, Lebanon Selatan, pada Senin (1/6/2026) setelah serangkaian serangan menghantam kawasan tersebut. Sehari sebelumnya, militer Israel mengumumkan bahwa pasukannya berhasil merebut sebuah gunung strategis yang di puncaknya terdapat Kastil Beaufort, benteng peninggalan era Perang Salib di Lebanon Selatan. Keberhasilan merebut kawasan tersebut dianggap sebagai kemajuan besar bagi Israel dalam perang terbaru melawan Hizbullah, meskipun pada saat yang sama kedua pihak sedang terlibat dalam pembicaraan langsung yang berlangsung di Washington. Sementara itu, kemacetan panjang terjadi di wilayah selatan Beirut, Lebanon, pada Senin (1/6/2026) ketika warga berusaha meninggalkan kawasan tersebut setelah Israel memerintahkan serangan terhadap Dahiyeh, daerah yang dikenal sebagai basis dukungan kuat Hizbullah. Perintah serangan dikeluarkan sehari setelah pasukan Israel mencapai titik terdalam operasi darat mereka di Lebanon dalam 26 tahun terakhir. Baca Juga Pakar HI dan Pakar Militer soal AS-Iran Saling Klaim Selat Hormuz, Dibuka atau Masih Diblokade? di kompas.tv/internasional/672261/pakar-hi-dan-pakar-militer-soal-as-iran-saling-klaim-selat-hormuz-dibuka-atau-masih-diblokade #iran #israel #lebanonselatan #hizbullah Artikel ini bisa dilihat di : kompas.tv/internasional/672269/serangan-israel-terus-meluas-di-lebanon-selatan-warga-berbondong-bondong-mengungsi Рекомендуем Serangan Israel Terus Meluas di Lebanon Selatan, Warga Berbondong-bondong Mengungsi посмотреть онлайн видео бесплатно и без регистрации!

Чат сообщества

Гость
Загрузка...
Теги:
serangan, israel, terus, meluas, lebanon, selatan, warga, berbondong, bondong, mengungsi