Bantah Klaim Jusuf Kalla, Projo: Kemenangan Joko Widodo Kehendak Rakyat смотреть онлайн

18 просмотров 20.04.2026 00:03:35

Описание видео

JAKARTA, KOMPASTV - Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Damanik, menyatakan pihaknya tetap menghormati Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang memiliki kontribusi dalam perjalanan demokrasi Indonesia, termasuk dalam Pilpres 2014. Namun, ia menekankan bahwa demokrasi tidak dibangun atas dasar peran personal. Namun demikian, kami menegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia adalah hasil dari kehendak dan kepercayaan rakyat Indonesia. Demokrasi tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa, ujar Freddy, Senin (20/4/2026). Menurut Projo, keberhasilan Jokowi tidak bisa dilepaskan dari rekam jejak kepemimpinan yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatannya dengan masyarakat. Projo pun mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan yang sehat dan tidak menyederhanakan proses demokrasi menjadi klaim personal. Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat dan setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu, tutup Freddy. Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Video Editor: Galih #projo Baca Juga Aplikasi Jaga Desa Jadi Senjata Baru Awasi Program MBG, Masyarakat Bisa Lapor Langsung di kompas.tv/nasional/664177/aplikasi-jaga-desa-jadi-senjata-baru-awasi-program-mbg-masyarakat-bisa-lapor-langsung Artikel ini bisa dilihat di : kompas.tv/nasional/664191/bantah-klaim-jusuf-kalla-projo-kemenangan-joko-widodo-kehendak-rakyat Рекомендуем Bantah Klaim Jusuf Kalla, Projo: Kemenangan Joko Widodo Kehendak Rakyat посмотреть онлайн видео бесплатно и без регистрации!

Чат сообщества

Гость
Загрузка...
Теги:
bantah, klaim, jusuf, kalla, projo, kemenangan, joko, widodo, kehendak, rakyat